Login Sinjab
blog-banner-image
blog-image
01
Dec

Guyuran investasi dan lonjakan ekspor membuat perekonomian Maluku Utara mampu tumbuh double digit dalam tujuh kuartal terakhir. Sepanjang tahun ini, pertumbuhan ekonomi mampu melambung 26,94% (year on year/yoy) atau tertinggi di dunia. 

Produk Domestik Bruto (PDB) Maluku Utara tumbuh 28,33% (yoy) pada kuartal I-2022, melesat 27,75% (yoy) pada kuartal II-2022, dan terbang 24,85% (yoy) pada kuartal III-2022. Secara kumulatif, PDB provinsi tersebut tumbuh 26,94% sepanjang tahun ini.

Pertumbuhan sebesar 26,94% adalah yang tertinggi dibandingkan 34 provinsi lain. Pertumbuhan tersebut setara dengan lima kali lipat pertumbuhan kumulatif nasional (5,40%) dan juga hampir lima kali lipat dibandingkan DKI Jakarta (5,39%).

Sebagai catatan, Maluku Utara juga menjadi satu dari tiga provinsi di Indonesia yang tetap tumbuh pada awal pandemi 2020 selain Sulawesi Tengah dan Papua. Sejak kuartal I-2021, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara juga tumbuh double digit.

Berbeda dengan provinsi lain yang mengandalkan konsumsi rumah tangga, Maluku Utara mengandalkan ekspor dan investasi untuk menggerakkan ekonomi mereka.

Pada kuartal III-2022, ekspor berkontribusi sebesar 150,61%. Namun, impor Maluku Utara juga tumbuh sangat besar sehingga net ekspor-impor mengecil. Investasi berkontribusi sebesar 69,17% sementara konsumsi rumah tangga sebesar 37,51%.

Ekspor tumbuh 108,82% secara kumulatif (kuartal I-III 2022) sementara investasi melonjak 76,98%.
Total nilai ekspor Maluku Utara pada Januari-Oktober menembus US$ 6,7 miliar di mana besi dan baja menyumbang 86,7% dari total ekspor.

Nilai ekspor besi dan baja Maluku Utara menembus US$ 5,81 miliar disusul dengan nikel (US$ 851,84 juta), dan bijih, kerak, dan abu logam ( US% 39,96 juta).

China menjadi pasar terbesar ekspor dengan nilai menembus US$ 6,36 miliar atau 94,93%. Pasar ekspor lainnya adalah Korea Selatan, Malaysia, dan Taiwan.

Sementara itu, data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan Maluku Utara masuk tiga besar sebagai tujuan investasi penanam modal asing.

Maluku Utara mampu menarik investasi asing senilai US$ 3,3 miliar pada Januari-September 2022. Mereka hanya kalah dari Sulawesi Tengah dan Jawa Barat.

Presiden Joko Widodo, atau Jokowi, mengatakan lonjakan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara merupakan buah manis dari hilirisasi. Pembangunan infrastruktur yang mendukung hilirisasi juga telah membantu perekonomian setempat hingga tumbuh pesat.

"Maluku Utara tumbuh 27% karena apa lompatan itu karena hilirisasi. Di situ ada industri smelter ini akan tumbuh kalau di sana tambah industri turunan nikel bisa dikerjakan di Maluku Utara," tutur Jokowi, pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2022, Rabu (30/11/2022).

Sejumlah smelter nikel sudah dan akan dibangun di Maluku Utara, terutama di wilayah Halmahera Selatan. Di antaranya adalah Harita Nickel yang mengembangkan smelter nikel di Pulau Obi dengan nilai investasi US$ 1 miliar.

Smelter nikel milik PT Aneka Tambang di Halmahera Timur sudah terbangun 97,7% dan kini tinggal menunggu pasokan listrik.

Namun, Jokowi mengingatkan pemerintah Maluku Utara untuk tidak terlena. Pasalnya, persaingan daerah dan negara untuk memperebutkan investasi sangat ketat.
"Saya titip hati hati jangan sampai salah policy nanti investasi sana jadi terhambat," ujarnya.